BusMania Movie Marathon

What a geblek day, bermula dari ajakan si bos untuk ikut mubes serikat di semarang saya menghadapi kekonyolan yang serius. Mendapat libur 2 hari siapa yang nggak mau, biarin aja surat tugas tanpa SPPD, yang penting libur. Kamis, Jumat, Acara serikat cuman sehari, sisanya saya bisa jenguk orang tua di rumah. Tapi secara tak terduga rupanya Babeh berencana ke bogor hari jumatnya, ada kondangan sodara. Kesempatan nih, sekalian lah liburan. Jumat siang bus meluncur ke bandung, sesuai rencana awal, kami ke bandung dulu ke tempat Om (berangkat dari Semarang cuy), kemudian  dari bandung bareng sama keluarganya Om ke Bekasi dulu ngumpul sama keluarga besar, baru minggu paginya kondangan di Sentul. WTF lah ya, dua hari 4 kota, tiap koa cuma mampirin beberapa jam doang hahaha…

Biarpun cuma beberapa jam, saya sempatkan nemuin teman seperjuangan membela kedaulatan hutan negeri ini pas di bandung. Kemanapun pergi usahakan menyambung silaturahmi. Penting itu.

<foto pht bandung>

Hais, prologue-nya kepanjangan, langsung saja lah bahas movie marathon. Jadi begini, karena saya bekerja di kota yang nggak ada bandara, dan kondangan di kota yang nggak ada kereta jarak jauh, satu-satunya transportasi yang masuk akal adalah naek Bus. Dengan perjuangan naek OJOL (Ojek Online) dari Sentul ke Pool Telkom, saya disambut emak-emak bermuka pedas karena saya telat hampir sepuluh menit gegara macet dan beli peyeum. Well sebenarnya meski saya pergi liburan secara sah, Jumat malam itu tetiba ada instruksi unuk lembur 2 hari persiapan data perhuanan sosial yang you know what itu sangat melelahkan. Karena saya terlanjur dalam perjalanan, dan bu bos masih manusiawi, maka sebagai insan manusia yang berbudi pekerti saya membelikan oleh oleh peyeum 4 Kg dan keripik oncom (belakangan ternyaa eripik ocomnya saya makan sendiri selama perjalanan)

Saya Persembahkan PO Gunung Harta. Bus ini yang membawa saya menembus perjalanan 28 jam (berangkat jam 13.00 nyampe jam 06.00 esok hari. Saya sempe kepikiran, ini edan aja 18 jam di Bus mau ngapain saya, mati gaya, hahaha, gileee… Masuk bus penuh keringat saya langsung ganti kaos karena AC-nya sudah semriwing dingin.

Jujur saja, saya belum pernah sekalipun naik armada ini. Pengalaman ngebis jarak jauh saya memang masih sebatas Bandung Express, Nusantara, Rosalia, Bejeu, Harapan jaya dan tentu Sumber Group ATB hahahaha. Penampilan eksteriornya sempat bikin saya agak kecewa, dengan harga yang lumayan tinggi kok ya 11 12 sama Bejeu. tapi setelah masuk, hoo, beda bung. Ono rego ono rupo pokoke. Saya menduduki seat ke-3 dari depan, kursi yang paling nyaman menurut saya karena nggak diatas roda. Kursinya lumayan empuk, luas dengan sandaran paha yang cukup panjang.

 

Nah yang paling mengejutkan bagi saya adalah tersedianya lcd untk masing-masing seat. Ada 6 film yang sudah tersimpan di internalnya, meski bukan film baru sih. Belum cukup sampai di situ, lcd dilengkapi dengan Slot USB yang mampu membaca Flasdisk 64 GB. Man.. edun ini.. awalnya saya kira cuman buat charger doang ini slotnya. eh pas iseng-iseng nyolokin flashdisk kebaca. Dan kok ya kebeneran saya habis ngopi film pas di Bandung kemarin. Kebayang kan perjalanan malam bakalan asyik nonton? untunglah saya bawa Headset original bawaannya samsung, jadi bassnya berasa. bodo amat lah sampai madiun ntar agak budeg dikit. hahaha.

Secara umum kesan saya dengan Gunung Harta ini spektakuler, harga 210 bisa begadang puas. apaagi ada air panas yang tinggal seduh. Yang penting jangan lupa bawa camilan, jangan kayak saya yang oleh-olehnya malah abis buat temen nonton. hahaha. Satu-satunya yang diluar selera adalah makanannya. Ya gitulah pokoknya, makannya begitu doang, eh tapi saya dapat 3 kali makan lho, makan siang di Cipali, Makan malam di Batang dan makan Subuh di Ngawi. Dari tiga tempat itu, yang enak cuman Ngawi. Pokoknya buat kalian yang mau menikmati perjalanan malam murah dengan nonon semalaman Bus Gunung Harta Recomended lah, apalagi buy 5 ticket get 1. hahaha

Baiklah Saya mau nonton dulu.. mau tahu listnya? ada 5 movie dan 1 serial yang bakalan saya tonton, tunggu reviewnya besok ya hahaha:

  1. DC Legend of Tommorow (Serial 16 episode)
  2. Miss Granny
  3. My Annoying Brother
  4. Bangkit
  5. Train to Bussan
  6. Upside down

 

After thirty years…

 

Tiga puluh tahun sudah Ayah dan Ibuk berkeluarga. Banyak hal yang kami alami dari mulai kehidupan yang sederhana sampai sekarang yang alhamdulillah berkecukupan. saya yakin banyak dinamika yang dihadapi Ayah dan Ibuk terutama sewaktu Saya dan yudha Kuliah. Punya dua anak kuliah dan nyaris tidak bisa dapat beasiswa karena anak PNS tentu cukup berat bagi Ayah dan Ibuk. Bukan ingin mendramatisir kondisi keluarga, but I have my problem. ya, sudahlah, intinya sekarang semua sudah tuntas kuliah, tinggal si bungsu yang lagi KP.

Kami tinggal di kota yang berbeda. Saya di Madiun, Yudha di Bogor, Ilham di Bandung sedangkan Ayah dan Ibuk maih di kamung halaman. kesibukan kami masing-masing tentu mengurangi intensitas pertemuan. kadang-kadang kalo Ibuk lagi pengen ngobrol gitu telponnya bisa sejaman lebih. kadang-kadang juga group call. lalu ada hal yang seolah menjadi kebiasaan bagi keluarga kami. yaitu piknik keluarga, tapi diluar bulan syawal. Bermula dari Piknik kantor dan kondangan keluarga sewaktu saya kuliah. Tahun, tahun berikutnya selalu diusahakan piknik bareng, entah pas long weekend, tahun baru, atau libur lainnya. Bahkan sejak saya dan yudha kerja, kami harus janjian kapan bisa cuti agar liburannya bisa mantap. Liburan mewah? No, jauh dari bermewah-mewah. Sebagian besar traveling kami jadwalnya dimepetkan dengan agenda lain di luar kota. Ya sekalian bisa silaturahmi ke sodara-sodara luar kota sekaligus nginep gratis. hahaha. Misal nih pas ada nikahan di Surabaya, Wonosobo, Bekasi, kita berangkat dua-tiga hari sebelumnya buat liburan dulu, habis itu kondangan deh. bawa mobil sendiri, lengkap dengan bekal makan dan tikar. Trust me, its fun.

Ada banyak pelajaran berharga dari obrolan-obrolan yang terbentuk saat piknik. Dan setelah waktu berlalu sekian lama, Niat piknik ini muncul lagi. Beberapa hari lalu adik saya melangkah lebih dulu. Lamaran, belom nikah, saya masih punya kesempatan buat nyalip sebelum ijab. hahaha. keep positif. Dan sekalian mumpung agak selo ngepas i anak-anak pada cuti ini, Ayah, Ibuk ngajak silaturahmi ke Jember, Banyuwangi dan Malang. Ndilalah kemarin pas ada sodara di jember yang sedo nggak bisa takziyah. Hari minggu lamaran, langsung seninnya berangkat ke jember.  Selasa ke banyuwangi, Rabu ke Malang langsung pulang. Kamis istirahat, Jumat  lanjut acara masing-masing. hahaha.

Selama perjalanan seperti biasa selalu hanya ada canda tawa. sayang si bungsu kali ini nggak ikut. ada panggilan dari dosennya soal KP. tapi nggak papa, calon mantu udah ikut kali ini, dan mobil udah penuh. Matoh. dalam perjalanan ini sebenernya saya banyak merenungnya ketimbang celelekan. Adek saya udah lamaran, berntar lagi nikah. Aku kapan? faaaakkkk. Artinya Ayah dan Ibuk sudah Sepuh, dan rasanya saya belum rela melihat beliau sepuh. Rasanya pie gitu. Bulan depan Ayah pensiun dan praktis Ayah sama Ibuk akan dirumah berdua, dari kemaren mikir bikinin kegiatan apa buat Ayah sama Ibuk semacam usaha gitu tapi masih belum tau. As wes ah, malah baper iki..

intinya, sayangi keluarga kalian, hargailah waktu bersama keluarga.

.

.

.

Betapa beruntungnya kami yang masih memiliki orang tua yang lengkap sampai hari ini. Betapa malunya kami apabila tak bisa berbakti lebih baik dari mereka yang orang tuanya telah berpulang. Ayah, Buk, Ijinkan anak-anakmu ini berbakti lebih lama lagi.

syem,,, nangis iki aku… hahaha..

 

I love to catch every moment them candidly

 

aing mah cuman juru potret… hix

 

si Bungsu kagak ikut.. hahahaha

.

.

.

Sehat Selalu ya Yah, Buk….

Jogja yang belum saya singgahi

Kalau mencari postingan berbau jogja dari semua tulisan saya pastilah akan ketemu puluhan tulisan. Jogja dan bebagai sudutnya sudah menyatu dalam tubuh saya. ibaratnya kalau mo piknik di jogja sambil merem pun bisa. kebetulan kali ini ada sodara yang jauh-jauh dari medan yag minta diantar bertamasya keliling kota selama 2 hari (nggak full) di jogja. kesempatan nih, selain ke lokasi mainstream, saya bisa geret dia ke lokasi-lokasi yang belum pernah saya kunjungi. karena ini wisata kilat, sehari kita harus menamatkan 5 destinasi. hahaha. di hari pertama ada Borobudur, Candi ijo, Prambanan, Nglanggeran, Malioboro. Hari kedua kami ke Mangunan, Hutan pinus, Imogiri, Museum de Mata, Kraton dan Monjali. Gunung kidul dan Kulonprogo terpaksa dikeluarkan dari daftar soalnya kejauhan men, dan butuh seharian sendiri ke sana.

 

1. Kebun Buah Mangunan

Baiklah, saya sangat telat datang ke sini, tempat yang populer buat lihat sunrise ini tidak jauh dari kota jogja. cuma satu jam dengan jalan yang agak nanjak. Berbatasan persis dengan sungai Oyo, kawasan ini punya pemandangan pegunungan. padahal cuman 200an mdpl. Sebenarnya dulu sekali pernah ke kawasan ini, dua kali. yang pertama pas survey makrab 2007, yang kedua sama si Andri pas mau nyari tempat buat apa gitu lupa tahun  2011. pas itu mah nggak ada ramenya di sini, standar orang pacaran. Sekarang, wuss, subuh aja udah rame orang. saya sebenernya nggak banyak berharap soalnya berangkat aja udah jam 6. ehh,, tapi ternyata saya  masih punya kesempatan buat menikmati awan awan yang dingin di atas sungai Oyo. oh iya kalau pengen spot lain yang menarik, dari pintu keluar langsung aja belok kanan, kalian pasti bakalan ketemu sama jurang jero, belik dhuwur dan beragam selfie spot diatas awan

masih ada awannya meski kesiangan

berasa di pegunungan kan?

 

2. Hutan Pinus Mangunan

Lanjut ke lokasi terdekat, kami langsung menuju Hutan Pinus Mangunan. Hutan Pinus Mangunan, begitulah bagian dari hutan di kawasan RPH (Resort Pengelolaan Hutan) Mangunan yang ditumbuhi jenis Pinus merkusii ini disebut. Lokasinya yang bisa ditempuh searah dengan situs makam Raja-Raja Imogiri membuat banyak orang salah menyebutnya menjadi Hutan Pinus Imogiri, terutama wisatawan yang berasal dari luar Jogja. Padahal secara administratif hutan pinus ini tidak termasuk kawasan Imogiri.

Sebelum menjadi salah satu destinasi wisata, hutan di kawasan Mangunan adalah sebuah tanah tandus yang kemudian direboisasi. Tak hanya pinus, jenis pohon lain seperti mahoni, akasia, kemiri dan kayu putih juga ditanam di lahan yang luasnya kurang lebih 500 Ha ini. Kini kawasan Mangunan, terutama bagian yang ditanami pohon pinus tak hanya berfungsi sebagai hutan lindung namun juga dikelola sebagai salah satu tujuan wisata. Berbagai fasilitas wisata seperti gardu pandang, panggung pertunjukan yang menyatu dengan alam, kamar mandi umum, mushola dan warung-warung sederhana pun telah di bangun di kawasan wisata ini.

Di dekat Hutan Pinus Kekinian ini terdapat sumber mata air Bengkung yang dipercaya oleh masyarakat sekitar sebagai lokasi pertapaan Sultan Agung Hanyakrakusuma. Untuk menemukan situs mata air yang kemudian dibangun pemerintah Belanda pada tahun 1925 hingga 1930 ini ada beberapa jalan yang bisa ditempuh, bisa dengan trekking dari tempat parkir menembus hutan yang rapat mengikuti jalur outbond Watu Abang atau jalan melingkar yang lebih jauh namun bisa ditempuh dengan sepeda atau sepeda motor. FYI, Hutan Alam Bengkung ini masih terjaga keasliannya lho. anak-anak kehutanan kalo habis Forestcamp pasti mampir ke sini.

 

3. Pembuatan Batik Tradisional

Meski saya suka belanja batik dan bikin desain batik, saya ternyata belum pernah melihat proses pembikinannya. nah setelah mampir ke sini barulah saya tahu bahwa JONJOT (residu pembuata gondorukem) jadi bahan dasar buat lilin batik ini. well menyenangkan juga melihat patern batik tulis dan cap yang bertransformasi dari kain polos sampai jadi batik. kalau yang mau kursus batik, di sini ada kursus batik untuk pemula, oke juga nih buat acara liburan keluarga atau kantor.

 

 

4. Monjali

Satu lagi tempat yang belum pernah saya kunjungi selama 5 tahun di jogja adalah Monumen jogja kembali alias MONJALI. Padahaaaallll monumen ini letaknya gak sampai 500m dari kosan. Terlalu. Hahaha. Monumen ini didirikanpada tanggal 29 Juni 1985 dengan upacara tradisional penanaman kepala kerbau dan peletakan batu pertama oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan Sri Paduka Paku Alam VIII. Gagasan untuk mendirikan monumen ini dilontarkan oleh kolonel Soegiarto, selaku walikotamadya Yogyakarta pada tahun 1983. Nama Yogya Kembali dipilih dengan maksud sebagai tetenger (peringatan) dari peristiwa sejarah ditariknya tentara pendudukan Belanda dari ibukota RI Yogyakarta pada waktu itu, tanggal 29 Juni 1949.

Museum Monumen dengan bentuk kerucut ini terdiri dari 3 lantai dan dilengkapi dengan ruang perpustakaan serta ruang serbaguna. Pada rana pintu masuk dituliskan sejumlah 422 nama pahlawan yang gugur di daerah Wehrkreise III (RIS) antara tanggal 19 Desember 1948 sampai dengan 29 Juni 1949. Dalam 4 ruang museum di lantai 1 terdapat benda-benda koleksi: realia, replika, foto, dokumen, heraldika, berbagai jenis senjata, bentuk evokatif dapur umum dalam suasana perang kemerdekaan 1945-1949. dan sejak tahu 2010 berdiri Taman Pelangi di pelataran monumen sebagai pengembangan wahana dan dayatarik lain di kawasan ini. taman pelangi ini berupa taman lampion yang buka dari jam 5 sore sampai jam 10 malam. Dan sayangnya kunjungan saya kesini cuma sampai jam 3, habis itu mudik bos.. kamfredos lah. hahaha.